Minggu, 15 Mei 2016

Sabar yang Tak Pernah Berbatas

Sabar.......hanya terdiri dari 5 huruf sederhana itu..jika diaplikasikan dalam kehidupan ternyata luar biasa sulitnya. Proses panjang harus terlewati melalui tantangan dan ujian. Tidak sedikit yang gagal dan terpuruk hingga berujung pada istilah frustasi.

Jumat, 03 April 2015

Cerpen Fairus angkatan 7



Lily
“treeeeeeengg…”
akhirnya.. pikiranku dari tadi hanya tertuju menunggu nada bel itu. Papa sudah menunggu di dalam mobil.
“Papa ingin mengajakmu ke tempat spesial besok, oke ya?”
Besok hari libur, tentu saja.. dan mungkin papa akan mengajak liburan lagi, itu yang biasanya papa lakukan ia sangat-sangat sayang pada kelurganya.. tapi kali ini aneh, papa tidak memberitahu tempat tujuannya hanya kata “tempat special” ..
“gimana?? Ayolaah”
“hmmphh.. oke..”
………………………………………………………
“Sampai,,”
Suara Leona Lewis dari ipod ku terpotong dengan teriakan kecil papa..
“Huaaaaaahh.. akhirnya,, “
Didepan rumah itu sebuah plang bertuliskan “Panti asuhan Putri Ibu”
“hah??”
“ayolah kay, kamu tahu mama ingin adik perempuan untukmuu..”
“mam tapi….”
Aku tahu mama sangat suka anak kecil, dan ia tidak bisa mempunyai anak lagi karena suatu penyakit yang menyebabkan rahimnya harus diangkat. Tapi kenapa harus mengadopsi?? Oughtt, jujur aku sangat tidak suka dengan anak kecil.. mereka itu merepotkan, dan huaaaaaa!! Pokoknya aku sangat tidak setuju dengan hal ini..
“kayaa.. setidaknya kamu masuk dulu kedalam dan kita bicarakan nanti selanjutnya..”
Baiklah, aku mengalah. Setidaknya hanya masuk, aku akan teguh dengan keputusanku.. kami dibawa ke suatu ruangan oleh pengurus panti tersebut.. ada beberapa pajangan foto-foto anak perempuan disana, mereka manis dan polos.
“kay, dia manis ya.. “ mama menunjuk salah satu foto anak perempuan yang kurasa paling cantik diantara yang lain..
“jadi dia yang ingin papa adopsi, ngak,,pokoknya kaya nggak mau ada adopsi-adopsian!!”
Suaraku agak mengencang.. Papa menarikku keluar ruangan dan mengajakku duduk di sebuah kursi kayu.
“kay, papa sama mama tahu kamu nggak mau ada adopsi, tapi ini masalahnya lain.. dia anak saudara mama yang orang tuanya baru meninggal, dan gak ada yang bisa mengasuhnya selain kita.. Mama juga pingin banget punya anak lagi, dan Lily gak punya siapa-siapa lagi.. please papa mohon kamu mau ngerti kay.. Papa janji Lily bakalan jadi saudara yang sangat sayang sama kamu.. please kaya..”
Papa tidak pernah memohon seperti itu sebelumnya. Dan aku gak bisa melihat mama sedih.. dengan sangat-sangat terpaksa aku mengangguk perlahan.
“Terimakasih Kaya.. Papa sayang sekali padamu”
Papa langsung memelukku erat, seperti baru mendapat sebuah mobil mewah.. dan wajahku masih murung. Aku tidak mau bertemu dangan anak bernama “Lily” itu.
…………………………………………
Lily belum ikut kami pulang, mama bilang ia akan berkemas dan baru akan ke rumah besok.
Hari ini adalah hari terburuk dalam hidupku.. arrgghh!! Pertama, “tempat special” itu ternyata adalah “tempat siall”. Kedua, besok ada seorang anak kecil berumur 7 tahun dirumah dan ketiga, malam ini adalah malam teakhir tanpa “pengganggu” karena besok Lily akan datang. Pikiranku terlalu jahat, tapi aku sangat-sangat kesal saat ini.
………………………………………….
“treeeeeeeeeeng”
Ougghhtt.. tidak..
Berbeda dangan biasanya, aku sangat tidak menginginkan bel berbunyi kali ini…!! Sudah terbayang dirumah akan ada anak kecil yang sangat cerewet dan bawel. Mobil papa sudah menunggu.
“hai”
“jangan membuatku tambah kesal hari ini pa..”
“ooh,, okay.. papa mengerti. Tapi sebenarnya papa tidak ingin membuatmu kesal, hanya ingin membuatmu marah saja.. hahahaa!!”
“oh, ayolaah.. itu sama sekali tidak lucu”
“oke-oke.. baiklah.. kita berangkat. Black Innova  number plat B8330ED ready for take off..”
Papa mulai melucu kali ini.
“ohya, kay.. kayaknya papa belum kasih  tau kamu ya, Lily itu.. mmmh.. dia nggak bisa ngomong, maksud papa..”
“ha..? maksud papa bisu begitu?”
“yaa, begitulah.. kamu bisa bahasa nya kan? Papa tau kamu belum bisa menerima Lily, tapi please.. kamu ngertikan..”
Mama memang sempat mengajar di sekolah khusus, dan aku sempat diajarkan mama bahasa isyarat, tapi.. Aku masih diam, tidak ada yang bisa kukatakan lagi.
…………………………………………………………..
Wajah pertama yang kulihat diambang pintu adalah wajah Lily. Aku memang tidak salah, dia sangat cantik, rambut coklatnya yang ikal dibiarkan jatuh ke bahunya, matanya juga berwarna coklat, ku jamin tidak ada seorangpun yang menyangka dia bisu dan..
“Hai Lilyyy”
Sapaan papa memecah lamunanku.
“kamu pasti tahu siapa ini..”
Lily tersenyum lebar, dan mengangguk semangat.
“namaku Kaya” memperkenalkan diriku dengan bahasa isyarat.
Iyapun juga memberitahukan namanya dengan isyarat. Dan, tangannya bergerak lagi memberitahuku sesuatu, ‘aku tak menyangka akan mempunyai kakak yang sangat cantik’..
Aku tersenyum dan masuk ke kamar, tahu perbuatan ku sangat tidak sopan. Aku terdiam menutup mataku. 2 menit kemudian seseorang mengetuk pintu kamar. Itu pasti papa, ia akan menegurku kembali untuk kesekian kalinya. Aku tetap diam, papa membuka pintu dan masuk. Tak ada suara papa, kubuka mata, Lily. Ia mengagetkanku, mendekatiku dan berusaha berbicara denganku.
‘maafkan aku kalau aku salah pada kakak, jangan salahkan papa ataupun mama dalam hal ini, aku tahu kakak tidak suka denganku, aku tidak ingin membuat kakak kesal, aku akan kembali kalau itu membuat kakak senang, aku menyayangi kakak.’
Ia bergerak keluar kamar.
Semua yang dikatakannya benar, dan aku memang ingin dia pergi dari hadapanku sekarang. Tapi aku juga ingin ia tetap disini, entah mengapa aku merasa kalau aku akan sangat merindukannya jika ia pergi.
Aku berlari mengerjar Lily, dan memeluknya.
‘jangan membuatku kesal dengan tingkah lakumu yang konyol..’
Dan aku tersenyum kepadanya, ‘dan aku juga tidak menyangka mempunyai adik yang lebih cantik dari diriku’.
Lily tersenyum lebar sekali, begitu pula aku.


Minggu, 25 November 2012

Ilmu Baru untuk Mengajar ....

Tidak mudah ternyata menjadi guru jaman sekarang....perlu banyak belajar untuk mengajar......Tidak hanya belajar bagaimana mempersiapkan materi yang akan disampaikan juga admnistrasi pembelajaran yang menjadi kelengkapan dalam mengajar....tapi juga kita harus tahu bagaimana caranya memanusiakan manusia yang kita ajar...
Masih ingat betul, bahkan seumur hidup tidak akan terlupakan sepertinya.....saat guru SDku melempar buku  catatan temenku yang sedang diperiksanya karena kondisi kelas yang sangat berisik.....dan...lemparannya mengenai kepalaku yang sedang menulis .....wah luar biasa kagetnya, ....dan suasana  kelas berubah menjadi hening seketika.....semua respect dan memperhatikan apa yang terjadi.   Semua langsung duduk rapi dengan posisi  tangan berlipat diletakkan di meja.....
Namun....apa yang terjadi jaman ini? Luar biasa....., menciptakan kondisi kelas untuk kembali menjadi kelas yang kondusif tidaklah mudah..perlu banyak energi, kesabaran dan ilmu.  Sekurang-kurangnya perasaan lelah, dilecehkan, tidak dihargai, tidak dihormati, tidak didengar, tidak respect senantiasa mengiringi saat seorang guru sampai pada titik jenuh saat mengkondisikan kelas.
Perasaan-perasaan di atas sangat manusiawi, terlebih bagi guru yang usianya saat ini sudah masuk di kepala empat, lima bahkan mungkin enam.......
Dari beberapa buku tentang ilmu mengajar..ternyata pangkal persoalan tidak seratus persen ada pada diri siswa.  Ingat, kita memang tidak dapat mengendalikan arah mata angin.  Namun, dapat mengubah arah layar agar dapat mengarungi bahtera sesuai dengan arah mata angin.  Kita tidak dapat mengubah kondisi siswa, kita tidak akan mampu mengubah karakter siswa, tetapi kita dapat mengubah persepsi, pola pikir, paradigma, dan pola pandang.  Kita dapat memperbaiki sikap dan karakter pribadi.  Kita juga harus aktif mengadakan variasi dan inovasi teknik mengajar dan berbagai kreativitas agar dapat mengendalikan kelas.
Salah satu cara agar terjadi keselarasan di dalam kelas, rumusnya jauhilah kata "KOBIS"
K= kasar; O = omel; B = bentak; I = Intimidasi; S = sinis.
Sialkan selamat mencoba....Bapak Ibu guru pejuang dan agen2 perubahan....



Selasa, 03 Juli 2012

Pesan untuk anak-anaku tercinta......
Alhamdulillah kalian telah diberi kesempatan oleh Allah untuk bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi....tetaplah istiqomah untuk menjunjung tinggi kejujuran dalam setiap langkah yang akan kalian lalui selama proses belajar.....Tantangan kalian cukup banyak,,,,, kalian ada dalam lingkungan baru yang heterogen; teman baru; aturan baru, guru baru dan banyak yang baru-baru.
Peganglah satu prinsip...bahwa kalian selalu akan mendapatkan pengawasan melekat dari Allah Swt. di mana pun,,,,,jadi...tetap lah istiqomah....
selamat berjuang....Allahu  Akbar

Sabtu, 10 April 2010

pengalaman menakjubkan

Kurang lebih 2 minggu yang lalu, aku mengawas UN SMP di suatu sekolah, banyak hal yang membuatku geleng-geleng kepala, dan terucap dari mulutku secara tidak sadar "kok bisa ya?" dan sejumlah pertanyaan lain pun bermunculan berkenaan dengan kecanggihan murid SMP yang ku awasi dalam menjawab soal-soal UN. apa gerangan kah yang terjadi? percaya atau tidak ada sebagian siswa yang menjawab lembar LJUN nya tidak perlu membaca soal, langsung saja komat-komit dan membulatkannya dengan cepat. Alhasil sol-soal matematika dengan jumlah soal 40 butir yang seharusnya memerlukan waktu sekitar 2 jam untuk menyelesaikan soal-soal itu, dalam waktu 30 menit LJUN nya sudah lengkap terisi.
"Ajaib sekali bukan?"
Dengan segala kepenasaran yang menyelimuti pikiranku, akhirnya kudekati anak itu, dan ternyata dia sedang menggambar di lembar coret-coret yang sedianya disediakan untuk lembar coret-coret.
Secara logika ku pikirkan lebih lanjut, pasti ada sesuatu dengan anak ini, maka muncullah berbagai perkiraan-perkiraan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi.

Rabu, 03 Desember 2008

Guru "Masa kini dan Masa Lalu"

Perasaan yang bergejolak saat pertama kali berdiri di depan kelas, dihadapan puluhan mata yang menatap tajam, memperhatikan dari ujung rambut hingga ujung kaki. Tetesan keringat yang tak terbendungkan dari lipatan-lipatan badan menambah suasana menjadi lebih panas, ditambah dengan ruangan yang cukup panas walaupun kipas terus berputar di langit-langit kelas.
Apersepsi, itulah istilah yang digunakan oleh seorang guru untuk menenangkan dan membuat kondisi kelas menjadi kondusif untuk memulai proses pembelajaran. Ketegasan dan kebijakan guru dalam mengatasi berbagai karakter siswa akan sangat berpengaruh terhadap kelancaran proses belajar mengajar.
Bukan pekerjaan yang mudah untuk membuat suasana kelas menjadi kondusif. Segudang aktifitas siswa yang mendambakan kebebasan dan kemerdekaan untuk terus bergerak dan mengeluarkan semua ide dan impian-impiannya dalam berbagai suasana, sekali pun pembelajaran sedang berlangsung sedikit banyak membuat konsentrasi guru dalam memulai aktifitas mengajarnya terbuyarkan.
Profesionalisme guru yang sering didengungkan patut dipertanyakan (?). Artinya guru dengan profesionalismenya harus mampu mengatasi suasana, apapun kondisinya.
Kesabaran dalam mengatasi siswa yang aktif dan ekspresif merupakan ujung tombak dalam memulai sebuah perjuangan untuk menanamkan nilai-nilai baik pada siswa.
Seperti tugas utama guru, selain sebagai mediator (mentransfer pengetahuan) kepada siswa,
guru memiliki tugas yang sangat mulia yaitu menanamkan nilai-nilai akhlak, moral, kepribadian yang yang akan bermanfaat bagi hidupnya kelak saat mereka terjun dan bergaul dengan masyarakat. Label manusia yang intelek dengan segenap norma dan hukum yang mengikatnya akan mengantarkan mereka untuk menjadi generasi yang lebih baik dari generasi sebelumnya.
Dengan mengedepankan dan mengangkat istilah profesional inilah, kadang menjadi momok bagi guru-guru dalam mengatasi kondisi siswanya yang semakin hari semakin memperlihatkan kemunduran akhlak. Kemunduran itu nampak dari bagaimana mereka memperlakukan gurunya dengan semena-semena baik dalam sikap maupun ucapannya.
Kondisi ini menjadi lebih buruk, dengan adanya sekolah-sekolah yang sama sekali tidak peduli dengan perkembangan siswa-siswanya, terutama perkembangan akhlaknya. Dengan kata lain tidak ada tindakan yang preventif maupun kuratif dalam mengikuti perkembangan siswa. Tindakan preventif dapat dilakukan dengan penanaman kebiasaan-kebiasaan baik yang wajib dilaksanakan oleh siswa, walau pun pada awalnya siswa merasa terpaksa dengan nilai-nilai yang ditanamkan tersebut. Tindakan kuratif dilakukan bagi siswa yang sudah melakukan kesalahan-berulang-ulang setelah penanganan awal dilakukan, tetapi tidak membuahkan hasil.
Kurang terjalinnya komunikasi yang baik antara siswa, guru dan orang tua semakin menambah runyamnya masalah ini. Orang tua yang kurang peduli bahkan sama sekali tidak peduli dengan pendidikan anak-anaknya atau juga orang tua yang terlalu otoriter akan memberikan efek yang kurang baik bagi perkembangan anaknya. Sementara orang tua yang dapat menjalin komunikasi yang baik, dengan guru maupun anak sedikit banyak memberikan pengaruh yang baik bagi perkembangan anak tersebut.
Dari penelitian yang dilakukan oleh salah seorang guru matematika

Selasa, 11 November 2008

Prinsip-prinsip Metode pembelajaran


MENETAPKAN PRINSIP-PRINSIP METODE PEMBELAJARAN

Jabatan guru merupakan jabatan profesional yang menghendaki guru harus bekerja secara profesional. Bekerja secara profesional berarti bekerja dengan keahlian yang hanya diperoleh dengan pendidikan khusus. Hanya, yang menjadi masalah dapatkah pendidikan khusus ini menjadi jaminan bagi seorang guru sudah bekerja secara profesional.
Banyak kegiatan yang dapat dilakukan oleh seorang guru agar pembelajaran bisa berlangsung efektif dan efesien. Namun tidak ada rumus sederhana untuk mencocokkan kegiatan dengan sasaran. Apa yang dianggap baik oleh seorang pengajar atau sekelompok siswa, bisa saja tidak memuaskan dalam situasi lain.
Dengan demikian, seorang guru hendaklah menyiapkan landasan bagi pengambilan keputusan secara memuaskan dalam menentukan metode pembelajaran agar efektif. Ini sangat diperlukan agar sebagian besar siswa dapat menguasai sasaran pengajaran pada tingkat pencapaian yang dapat diterima, dalam jangka waktu yang sesuai.
Oemar Hamalik, mengatakan ada dua pendekatan strategi dalam proses belajar yang dikembangkan, yaitu (1) Strategi Ekspositif, (2) strategi Discovery.
Langkah-langkah pokok strategi Ekspositif adalah:
Penyajian informasi yang diberikan dalam bentuk penjelasan simbolik atau demonstrasi praktis.
Tes resepsi, ungkapan dan pemahaman. Ulangi pesan / informasi bisa diperlukan.
Menyajikan kesempatan-kesempatan untuk menerapkan prinsip umum sebagai latihan dengan contoh tertentu.
Menyajikan kesempatan untuk penerapan dalam situasi senyatanya.
Langkah-langkah Strategi Discovery
Menyajikan kesempatan untuk berbuat dan mengamati konsekuensi tindakan seseorang.
Tes pemahaman tentang sebab akibat. Caranya dengan mengamati reaksi sisa
Menanyakan atau mengamati kegiatan selanjutnya. Tes susunan prinsip umum yang mendasari kasus yang disajikan.
Penyajian kesempatan guna pnerapan hal yang baru.
Ada dua metoda dasar yang dapat dipertimbangkan dalam pengajaran ekspositif (Ekspositive classroom Instruction), yakni sistem satu arah (Teacher input system) dan sistem dua arah (Teacher modification system).
Sistem satu arah (Teacher input system)
Sistem satu arah dilakukan dalam bentuk ceramah (typical lecture). Semua tanggungjawab untuk mentransferkan informasi terletak pada guru. Tak ada umpan balik dari siswa, kecuali melalui tanda-tanda non verbal yakni senang atau tidak senang. Biasanya berorientasi pada isi bukan pada tujuan dan dikontrol oleh batas waktu yang ditentukan. Sistem ini dianggap lebih efektif untuk menyajikan informasi, faktual, tetapi kurang efektif untuk belajar konseptual.
Sistem dua arah (Teacher modification system)
Pendekatan system ini terdapat proses balikan. Guru mengajukan balikan apakah siswa menerimanya dengan tepat. Jika sudah maka guru akan memodifikasi penyajiannya.
Pengajaran Discovery dalam Kelas
1. Sistem Satu Arah (ceramah Efektif)
Pendekatan sistem satu arah struktur penyajiannnya dalam bentuk usaha merangsang siswa melakukan proses doscovery di depan kelas. Guru mengajukan masalah kemudian siswa memecahkan masalah tersebut melalui langkah-langkah discovery. Yaitu dengan mengajukan pertanyaan kepada kelas, kemudian kelas melakukan refleksi, selanjutnya guru menjawab sendiri pertanyaan tersebut. Dengan pertanyaan guru mengundang siswa untuk mencari aturan-aturan yang harus diperbuatnya. Pemecahan masalah selangkah demi selangkah ditemukan sendiri oleh siswa.
Sistem dua arah (Discovery terbimbing)
Pendekatan sistem ini guru melibatkan siswa dalam menjawab pertanyaan guru. Siswa melakukan discovery, dan guru membimbingnya ke arah yang benar. Sistem ini bisa dipakai dalam kelompok besar maupun kecil. Tetapi kelompok kecil dapat lebih efektif karena dapat melibatkan seluruh siswa.
Teknik Pengajaran Kelompok Kecil
Teknik pengajaran dalam kelompok kecil bisa dilakukan dalam bentuk Tutorial Individual . Metoda ini dianggap metoda belajar yang ideal karena satu orang tutor berhadapan dengan satu orang siswa. Hubungan ini memungkinkan guru untuk mendiagnosa kesulitan-kesulitan dan kelemahan-kelemahan siswa secara cermat dan teliti. Selain TI ada juga yang disebutTutorial Kelompok (TK), dimana satu orang guru membimbing sekelompok siswa yang terdiri dari lima atau tujuh orang siswa sekaligus pada waktu yang sama. Pendekatan ini lebih menitikberatkan pada kegiatan bimbingan individu dalam kelompok.
Selain kedua teknk di atas, ada yang disebut Seminar, Lokakarya, Teknik Klinis (TK), dan Diskusi Kelompok terbuka. Seminar yaitu diawali dengan penguasaan pada seorang atau sekelompok siswa untuk melakukan studi atau proyek penelitian, kemudian yang bersangkutan melaporkan dan menyajikan dalam bentuk presentasi. Lokakarya biasanya diawali dengan pemberian informasi langkah kerja, kemudian siswa menerapkannya dalam tugas-tugas nyata. Teknik Klinis digunakan dalam rangka pertemuan diagnostik atau pemecahan masalah. Dimaksudkan untuk memecahkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh siswa. Sedangkan Diskusi kelompok dilakukan dalam bentuk pertukaran pengalaman, pemikiran, informasi, dikalangan para peserta diskusi. Masih banyak cara dan sistem belajar lain yang bisa guru lakukan untuk siswa, seperti tertulis berikut ini:
Sistem belajar Siswa terbimbing (Student directed learning system)
Sistem ini menetapkan tanggungjawab pada diri siswa sendiri. Guru tidak berperan secara direktif, melainkan menjadi salah satu sumber belajar, guru sebagai penasehat dan keputusan akhir ada pada siswa.
Sistem Belajar Berdasarkan Sumber
Sumber belajar telah disusun secara lengkap dalam waktu atau struktur tertentu, dan telah tersedia bermacam-macam tes, materi pelajaran untuk setiap tujuan yang ingin dicapai, semuanya tersusun dalam bentuk peta belajar.
Metoda Instruksi Sendiri Dengan programa
Pengajaran ini dapat dilihat sebagai proses, yakni proses umum untuk merancang materi pengajara, atau sebagai produk yakni sebagai bentuk sistem instruksional dimana para siswa belajar sendiri untuk mencapai tujuan tingkah laku, yang menggunakan materi pelajaran yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Program ini dikembangkan dalam bentuk teks programa yang berbetuk linier, bercabang, campuran, semi dan media.
Teknik Simulasi
Teknik ini digunakan terutama dalam semua pelajaran yang berorientasi pada tujuan-tujuan tingkah laku. Latihan dan keterampilan pada dasarnya berlatih melaksanakan tugas-tugas yang akan dihadapi dalam kehidupan seharihari.
Metoda Studi Kasus
Metode studi kasus merupakan bentuk simulasi yang bertujuan untuk memberikan pengalaman kepada para siswa tentang pembuatan keputusan mengenai apa yang harus dilakukan lebih lanjut.
Metoda Bermain Peran
Adalah suatu teknik jenis simulasi yang digunakan untuk pendidikan sosial dan hubungan antar manusia. Para siswa berpartisipasi sebagai pemain dengan peran tertentu.





























Tips Menulis Karya Tulis Sederhana

Bismillahirohmanirrohiim... Membuat Karya Tulis walaupun sederhana, ternyata butuh perjuangan untuk menyelesaikannya. Ketekunan dalam...